Tak Bisa Bergerak -Seorang wanita berusia 29 tahun asal Brasil, Graziely Alves Régis, mengalami kondisi langka yang membuat ukuran kepalanya membesar tiga kali lipat.

Graziely diketahui sudah tak mampu bergerak dari kasur, kehilangan kemampuan untuk berbicara, dan kehilangan penglihatannya.
Kondisi yang dikenal dengan sebutan hidrosefalus ini telah dialami Graziely sejak dirinya masih berada dalam kandungan.

Dikutip dari Daily Mail, hidrosefalus adalah kondisi penumpukan cairan di area sekitar otak. Hal ini menyebabkan tekanan yang besar yang bisa merusak jaringan dalam dan mengubah bentuk tulang otak.

Tak Bisa Bergerak dan Melihat, Kepala Wanita Membersar 3x lipat

Tak Bisa Bergerak dan Melihat, Kepala Wanita Membersar 3x lipat

Dalam sebagian besar kasus, kondisi ini berakhir fatal karena tekanan yang tinggi turut mengganggu kinerja organ dalam lainnya, seperti jantung dan paru-paru.

Diketahui, kondisi hidrosefalus membunuh lebih dari setengah pengidapnya dalam kurun waktu tiga tahun.


baca juga: Belladonna Paramayswari Peraih 4 Gelar Pendidikan Tinggi di Usia 24 Tahun


Ibu dari Graziely, Adalgisa Soares Alves (48) mengaku mulai menyadari ada kejanggalan sejak kandungannya berusia 8 bulan.

Saat itu, ia mengaku mengalami rasa sakit yang hebat. Setelah menjalankan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bayi dalam kandungannya itu

mengidap hidrosefalus, sebuah kondisi langka yang menyerang satu di antara 500 bayi di dunia.

Penyebab di balik kondisi ini masih belum diketahui secara pasti, namun secara umum, kondisi ini mungkin disebabkan

oleh faktor kondisi bawaan yang mempengaruhi bagaimana otak dan kerangka tengkorak terbentuk.

Mayoritas kasus ini terjadi pada bayi dan anak-anak bisa berkembang ketika pada orang dewasa sebagai akibat dari cedera otak, stroke, atau tumor otak.

Kala itu, dokter yang menangani Graziely memprediksi bahwa sang bayi hanya dapat bertahan kurang lebih tiga bulan setelah lahir.

Meski terlahir sebagai ‘bayi raksasa’ dengan ukuran kepala yang terus membesar, Graziely berhasil bertahan hidup hingga saat ini memasuki 30 tahun.

baca juga: Kelompok Remaja Tawuran di Tebet Eco Park

Dalam sejumlah kasus hidrosefalus, operasi bisa menjadi salah satu solusi. Namun, Adalgisa mengatakan bahwa tak banyak yang bisa ia lakukan sebelum ataupun sesudah buah hatinya itu lahir.

“Hal yang penting untuk saya adalah bahwa saya, keluarga dan teman-teman saya, mencintai Graziely apa adanya,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, Adalgisa tak bisa bekerja karena harus terus menjaga dan mendampingi sang anak.

“Setiap hari saya mengurusnya, memandikannya dan memberinya makan dengan seluruh kasih sayang saya,” kata wanita berusia 48 tahun itu.

“Saya tidak bekerja, saya hanya menguursnya. Saya senang bisa mengurusnya dan semua terasa terbayarkan ketika saya melihatnya tersenyum,” sambungnya.

baca juga: Thailand Dibutakan Juara SEA Games, Jadinya Rusuh

tak dapat dimungkiri biaya yang diperlukan untuk mengurus anaknya selama kurang lebih 30 tahun itu tidaklah sedikit.

Setiap bulannya, ia menghabiskan lebih dari $475 dolar AS atau sekitar Rp 7 juta hanya untuk biaya kebutuhan sehari-hari sang anak.

“Saya akan memberikan yang terbaik karena dia terlahir dari kandungan saya, dia sangat dicintai dan diinginkan, dan saya akan mencintainya hingga akhir hayatnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *